PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
LAYANAN KAMI

Pemberdayaan Masyarakat, Kawasan Wisata Papua Barat
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam pengelolaan kawasan wisata berbasis konservasi di Papua Barat. Pendekatan ini menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama yang berperan langsung dalam menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata yang berkelanjutan.
Melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, serta kemitraan dengan lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah (NGO), masyarakat diberi ruang untuk mengembangkan kapasitas dan kemandirian dalam mengelola potensi wisata di wilayah mereka sendiri.
Beberapa kelompok masyarakat yang aktif dan telah terdaftar dalam program pendampingan kawasan kelola wisata antara lain:
- Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan)
Berperan dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan, perlindungan ekosistem laut, serta menjaga agar kegiatan wisata bahari tetap sesuai dengan prinsip konservasi. - Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)
Menjadi ujung tombak dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Pokdarwis berperan dalam promosi, pelayanan wisata, penyusunan paket wisata lokal, hingga edukasi wisatawan mengenai budaya dan adat setempat. - Kelompok Perempuan “Nerwara”
Kelompok perempuan yang aktif dalam kegiatan ekonomi kreatif, seperti pengolahan hasil laut, pembuatan cinderamata, dan kuliner khas daerah. Kelompok ini menjadi contoh nyata inklusi perempuan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. - Kelompok Usaha Masyarakat Pesisir (KUMP)
Bergerak di bidang jasa pendukung wisata, seperti penyewaan perahu, pemandu selam, homestay, dan transportasi laut lokal.
Seluruh kelompok ini mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari BLUD UPTD KKP Papua Barat, bekerja sama dengan mitra seperti BAF, TFCA, CI Indonesia, WWF-Indonesia, dan USAID-INSPIRASI, guna memastikan bahwa kegiatan pemberdayaan benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang kuat, kawasan wisata di Papua Barat tidak hanya menjadi destinasi yang indah secara alami, tetapi juga menjadi model pengelolaan yang inklusif, lestari, dan berkeadilan sosial.